Panjangtotal sloof = 26.4 m1 (panjang total pondasi - dimensi kolom) Lebar sloof = 0.15 m1 Tinggi sloof = 0.20 m1 terlebih dahulu harus dihitung panjang tiap jenis besi dan totalnya, dimana besi tulangan sloof diukur dari as ke as garis horizontal tiap sisi podasi. Dibulatkan 10 batang untuk mengantisipasi jika ada sambungan pada Padagambar di atas walaupun pekerjaan sloof sudah dapat dikatakan benar (dari sisi ukuran sloof dan jumlah tulangan) akan tetapi detail sambungan pembesian sloof ini ada yang salah yaitu panjang pembengkokan sambungan kolom ( lihat notasi kesalahan penulangan pada gambar di atas). Beratmasing-masing komponen adalah kolom dengan berat 290,4 kg dan balok atas dengan berat 88,8 kg 2. Setelah bekisting dilepas semua komponen dirakit menjadi satu kesatuan struktur 3. Hasil kekuatan test silinder setelah: - 7 hari , mengghasilkan kekuatan = 150 kN; dengan mutu K - 150 Kg/cm2 - 14 hari, mengghasilkan kekuatan = 190 kN Agarikatan antara balok sloof dan kolom kuat, maka diperlukan sambungan yang baik. Panjang sambungan yang dibutuhkan adalah 40d, artinya panjang sambungan yang dibutuhkan empat puluh (40) kali diameter yang digunakan oleh balok sloof. Misalkan besi beton yang digunakan oleh balok sloof ada 12 mm, maka panjang tulangan sambungan adalah 12 mm x . Yang dimaksud dengan sloof adalah bagian dari struktur sebuah bangunan yang letaknya ada di atas pondasi. Fungsinya untuk meratakan beban yang harus disangga oleh pondasi dan menjadi pengikat antara kolom dan dinding pondasi. Sedangkan yang dimaksud dengan besi tulang yaitu bagian utama untuk membuat sloof. Dan sesuai dengan namanya, maka susunannya juga terdiri dari besi yang dirakit menjadi kerangka. Memasang besi tilang kolom dan sloof harus dibuat dengan perhitungan yang sangat cermat, karena dari element inilah yang menjadi sumber kekuatan pendirian bangunan selain dinding dan beberapa element yang lain. Pekerjaan pemasangannya bisa dilakukan apabila semua kebutuhan tulang untuk sloof serta tiang kolom sudah terpenuhi. Sebaiknya pemasangan ini dilakukan oleh tukang atau ahli yang sudah berpengalaman dan memahami benar ilmu konstruksi. Sebelum dipasang, besi tulang kolom dan sloof tersebut harus dirakit lebih dahulu. Biasanya besi yang digunakan ada dua jenis yaitu ukuran besar yang dijadikan sebagai kerangka dan besi kecil untuk membuat cincin yang fungsinya sebagai pemersatu kerangka. Agar bisa menjadi susunan yang baik, dibutuhkan kawat yang dinamakan dengan bendrat. Setelah dibuat susunan, sloof bisa langsung dipasang di atap pondasi lalu dilanjutkan dengan proses berikutnya yaitu memasang tulang kolom. Pemasangan kolom ini harus dilakukan dengan cara yang benar terutama ketika menyatukannya dengan sloof. Apalagi jika posisinya berada di antara dua sloof atau pertigaan. Jika kedua jenis pekerjaan ini selesai dilakukan bisa diteruskan dengan memasang papan untuk pengecoran atau sering dinamakan dengan membuat mal sloof. Bahan yang digunakan untuk membuat mal sloof adalah papan kayu, paku, kawat beton, benang dan pipa peralon. Papan kayu dipakai untuk penahan adonan cor, paku untuk memasang papan, kawat beton atau bendrat untuk mengikat papan kayu lalu benang untuk membuat bentangan yang berfungsi sebagai garis panduan dan pipa peralon untuk saluran pembuangan air yang bila ingin dipasang di bagian dalam. Setelah mal sloof atau papan untuk pengecoran sudah dipasang, sekarang saatnya memasukan adonan cor yang sudah disiapkan. Masukan sedikit demi sedikit adonan tersebut ke dalam papan sambil ditekan-tekan agar celah yang ada di dalam susunan besi tulang bisa tertutup cor semua. Jangan sampai ada yang terlewat karena bisa memunculkan rongga atau lubang. Jika semuanya sudah terisi penuh, tunggu beberapa hari hingga cor tersebut kering lalu papan mal bisa dilepas. Pekerjaan berikutnya adalah memasukan cor ke dalam kolom. Konsep serta langkah kerjanya hampir sama dengan pengecoran pada sloof, namun harus dilakukan sedikit demi sekikit karena posisi kolom adalah vertikal. Pertama pasang papan kayu pada keempat sisi kolom pada bagian bawah dulu. Ukurannya bisa beberapa puluh sentimeter. Setelah itu bisa diisi dengan adonan cor hingga penuh. Dibandingkan dengan pada sloof, pengecoran untuk kolom butuh tingkat kesabaran yang lebih tinggi. Sebab tidak bisa dilakukan secara langsung semuanya tapi selangkah demi selangkah agar bagian kolom bisa terisisi penuh adonan cor. Jadi jika bagian bawah sudah terisi, baru dikerjakan pada bagian yang ada di atas. Demikian seterusnya hingga semua ditutup oleh cor. Yang harus selalu mendapat perhatian dari pekerjaan ini yaitu, ketika proses pengecoran sedang dilakukan, kolom harus diusahakan selalu dalam posisi yang tegak, tidak boleh miring apalagi melengkung. Jika cor terlanjur kering, pekerjaan ini harus diulang dari awal lagi yaitu membuat kolom lagi, memasangnya dan seterusnya. Tentu akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya yang tidak sedikit. Dan memang, dari beberapa jenis pekerjaan, pengecoran pada kolom termasuk bagian yang paling sulit. Sumber gambar PEKERJAAN SAMBUNGAN ANTARA STRUKTUR PEDESTAL, KOLOM DAN BALOK ATASPEKERJAAN SAMBUNGAN ANTARA STRUKTUR PEDESTAL, KOLOM DAN BALOK ATASABSTRAK Perkembangan teknologi pembuatan konstruksi bangunan beton makin berkembang dari material beton ringan sampai panel pracetak. Banyaknya konstruksi yang menggunakan metode beton pracetak yang membuat waktu lebih cepat dan lebih dapat dikontrol mutu betonnya. Penelitian elemen struktur bagian atas yaitu kolom dan balok atas pracetak dengan mutu K-150. Pekerjaan ini dimanfaatkan untuk pekerjaan rumah sederhana satu lantai, sehingga diharapkan dapat menghemat waktu pengerjaan dan pelaksanaan dalam pekerjaan struktur bagian atas, dan lebih memajukan perkembangan teknologi konstruksi bangunan yaitu sistem bongkar pasang untuk struktur antara pedestal dengan kolom dan kolom dengan balok atas. Hasil penelitian diperoleh struktur ini dapat stabil jika penurunan dari tanah 1/100 dari panjang sloof yang ada atau kurang dari 1/50 dari panjang sloof yang ada. Sehingga struktur masih berdiri dengan stabil. KATA KUNCI pekerjaan sambungan, konstruksi bongkar pasang, beton mutu K-150 , sambungan kolom dan balok atas pracetak, rumah sederhana Latar Belakang Seiring dengan perkembangan jaman semua aspek kehidupan mengalami kemajuan, salah satunya dalam hal pembangunan. Dalam dunia konstruksi saat ini menuntut untuk bergerak cepat, tepat, dan efisien dalam pembangunan suatu proyek. Penggunaan sistem precast atau yang dikenal dengan beton pracetak banyak digunakan dalam pembangunan saat ini karena dapat bekerja dengan cepat, tepat, dan efisien. Sistem ini sangatlah efisien apabila diterapkan dalam pembangunan bangunan rumah sederhana. Sistem beton pracetak ini ramah lingkungan karena tidak menimbulkan waste sisa konstruksi, dan mutu beton dapat dikontrol oleh pabrik. Penelitian ini bertitik berat pada bagaimana hubungan antara struktur pedestal dengan kolom, dan kolom dengan balok atas sehingga memungkinkan untuk tetap stabil dengan lama pengerjaan yang relatif singkat. Diharapkan dari hasil penelitian ini dalam pengerjaan kolom dan balok dari suatu bangunan rumah sederhana akan jauh lebih cepat dan ramah akan lingkungan. Lebih cepat karena pembuatan kolom dan balok menggunakan sistem precast, yang dapat menghemat waktu dan biaya dalam sebuah proyek konstruksi. Selain itu sistem sambunganya dapat diaplikasikan pada industri – industri perumahan yang berkembang di Indonesia khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Dalam proses pembangunan konstruksi bangunan, tentu tidak lepas dari proses pengerjaan beton seperti instalasi kolom, ring balk dan sloof. Masing-masing proses dalam instalasi tersebut memiliki peranan terpenting untuk menjaga kekuatan dan kekokohan suatu bangunan. Jika anda merupakan orang yang masih awam mengenai dunia konstruksi, berikut kami paparkan beberapa penjelasan jenis pekerjaan tersebut. Sloof Yaitu sebuah struktur bangunan yang diletakkan pada bagian atas pondasi. Fungsinya adalah agar papan pondasi menjadi rata. Di samping itu, sloof juga berguna sebagai pengunci terhadap dinding apabila sewaktu-waktu terjadi pergeseran atau pergerakan tanah. Hal ini sangatlah penting agar dinding bangunan tidak mudah roboh. Seringkali pengaplikasian dimensi sloof yang seringkali berlaku pada rumah tinggal berlantai satu yaitu dengan tinggi 20 cm dan lebar 15 cm. Besi beton tulangan utama terdiri atas 4 buah dengan diameter 10 mm. Apabila Anda membutuhkan supplier besi, silahkan kunjungi Proses pengerjaan instalasi besi sloof berlangsung apabila permukaan pondasi batu belah sudah dibersihkan dari kotoran tanah dan lain sebagainya. Hal ini memungkinkan permukaan pondasi batu belah dapat melekat secara maksimal terhadap adukan cor sloof. Proses penyambungan akurat terhadap proses instalasi besi sloof yaitu dengan menggunakan pengait yang panjang minimal 50 cm dengan 2 ujung besi. Selanjutnya, besi tersebut setiap ujungnya bertemu dan dibengkokkan sekitar 2 cm yang nantinya akan berfungsi sebagai pengangkut. Apabila proses pengerjaan pemasangan besi sloof terhadap titik pertemuan sambungan besi dinilai kurang baik, maka secara otomatis kualitas konstruksi juga menjadi kurang maksimal. Kolom Yaitu sebuah elemen struktur tekan yang memiliki peranan vital terhadap sebuah bangunan. Apabila kolom bermasalah terhadap kekuatannya yang menurun, tentu hal ini akan menjadi salah satu sebab dunia bangunan. Untuk membuat struktur dan kolom, maka dibutuhkan komponen besi serta beton. Keduanya adalah gabungan antara material yang memiliki daya tahan tekan dan tarik. Besi merupakan material yang tahan terhadap tarikan, sementara beton adalah material yang tahan terhadap tekanan. Kedua material ini apabila digabungkan dalam struktur beton bentuk akan memungkinkan kolom makan bagian struktural lainnya seperti balok dan sloof mampu menahan gaya tarik dan tekan dalam bangunan. Terdapat berbagai jenis kolom yang saat ini diaplikasikan oleh para tukang. Akan tetapi untuk rumah sederhana, setidaknya ada dua kolom yang bisa anda terapkan, yaitu kolom praktis dan kolom utama. Kolom utama Kolom utama memiliki fungsi sebagai penyanggah beban utama rumah. Kami menyarankan anda untuk membuat jarak kolom utama pada rumah sederhana sekitar 3,5 m. Hal ini bertujuan agar dimensi balok terhadap penopang lantai tidak terlalu tinggi. Jika kolam dibuat dengan jarak 3,5 m lebih, maka struktur bangunan harus anda kalkulasi. Kolom praktis Merupakan kolom yang memiliki fungsi sebagai penyokong dari kolom utama sekaligus pengikat dinding sehingga bangunan tetap stabil dan kokoh. Jarak kolom praktis secara maksimum adalah 3,5 m atau dalam pertemuan pasangan bata. Ring Balk Yaitu pakaian struktur bangunan yang serupa dengan balok namun terletak di bagian atas dinding bata. Fungsinya adalah untuk mengikat pasangan bata sekaligus meratakan beban serta struktur yang berada di bagian atasnya, seperti beban yang diterima oleh komponen kuda-kuda. Instalasi ring balk secara maksimum adalah 4 m dari sloof, namun idealnya adalah sekitar 3 m. Secara umum, dimensi ring balk yang banyak diterapkan adalah tinggi 15 cm dan lebar 15 cm dengan tulangan pokok atau besi beton. Cara Menghitung Kebutuhan Besi Sloof – Dalam sebuah struktur bangunan kebutuhan sloof memang sangat penting untuk diperhitungkan. Letak besi sloof yang berada pada atas pondasi mampu memperkuat pemasangan bata sehingga membentuk pemasangan sloof sangat penting akrena mampu mengunci dinding sehingga tidak mudah bergeser karena pergerakan tanah. Dinding akan lebih kokoh karena semua beban yang diterima bisa disalurkan secara Cara Menghitung Kebutuhan Besi Pekerjaan Sloof2. Cara Menghitung Kebutuhan Tulangan Besi Sloof3. Cara Menghitung Kebutuhan Besi Begel SloofSloof juga dapat diaplikasikan pada beberapa MODEL TIANG BAJA RINGAN dengan menghitung bebannya. Setiap bangunan tentunya memiliki kebutuhan besi sloof yang berbeda beda sehingga anda wajib tahu cara terbuat dari besi yang kemudian ditutup dengan campuran beton berupa pasir, split dan pasir. Cara menghitung kebutuhan besi untuk membangun rumah dapat menghemat pengeluaran atau mengatasi jika kekurangan sloof termasuk kedalam elemen struktural bangunan maka pembuatannya menggunakan campuran bahan material yang kokoh. Besi mampu membantu pondasi supaya bisa menahan beban secara maksimal saat sudah dipasangi cara menghitung kebutuhan besi yang benar akan menjamin bangunan lebih kuat. Supaya lebih jelas sudah merangkum informasi menghitung kebutuhan besi untuk pekerjaan sloof berikut pertama adalah menghitung kebutuhan besi dalam pekerjaan sloof. Sebagai contoh misalnya ukuran sloof yang digunakan adalah 15cm x 20cm dengan panjang 100mm. Kemudian untuk besi pokoknya menggunakan 6 buah berdiameter 100mm dengan jarak sengkangnya sekitar 15cm maka perhitungannya sebagai besi pokok 100mm100m x 6 buah 12m ukuran batang besi = 50batangUkuran besi sengkang 6mm100m 0,15m = 666,6buahHasil untuk besi pokok dibutuhkan 50 batang, namun sebaiknya ditambah menjadi 55 karena akan membutuhkan sambungan dan juga stek. Sedangkan untuk besi sengkang dibutuhkan 666,6buah atau digenapkan jadi tinggal menghitung besi balok sloof dimana akan ditutupi oleh campuran beton cor. Anda perlu juga menghitung kebutuhan besi sengkan dan juga kawat beton sesuai dengan ukuran sloof yang cor sloof2cmUkuran sloof15cm x 20cm2 sisi panjang sloof15cm = 15 – 4 =11cm2 sisi lebar sloof20cm = 20 – 4 = 16cmPanjang besi sengkang11×2 + 16×2 = 58 x 667 = 38686cmKebutuhan besi sengkang386,86m 12 = 32,23batangJadi perkiraan untuk kebutuhan besi adalah 33 hingga 35 batang berikut cadangannya. Selain itu untuk kebutuhan kawat bento akan diperlukan sebanyak 2Kg atau dapat membeli 2 gulungan Cara Menghitung Kebutuhan Tulangan Besi SloofSelanjutnya adalah bagaimana cara hitung kebutuhan tulangan besi sloof. Misalnya anda menggunakan tulangan pokok dengan besi diameter 10mm sebanyak 4 buah dan untuk sengkang menggunakan 8mm dengan jarak tulangan x panjang sloofKebutuhan tulangan4 x 27 =108mSelanjutnya tinggal menghitung panjang total besi cincin yang akan digunakan. Silahkan jumlahkan total panjang besi cincin kemudian nantinya akan dibagi dengan panjang perbuah12 + 17 + 12 + 17 + 5+5 = 68cm = 0,68mJumlah sengkang27 0,15 + 1 =181buahTotal besi diameter 8mm0,68 x 181 =123,08mKebutuhan besi tulangan utama108 12 = 9batangKebutuhan besi tulangan sengkang123,08 12 = 10,26batangJadi total kebutuhan besi tulangan utama berdiameter 10mm adalah 9 batang. Sedangkan untuk tulangan sengkang dengan diameter 8mm membutuhkan 10,26 atau dibulatkan menjadi Cara Menghitung Kebutuhan Besi Begel SloofPemilihan besi memang wajib melihat KODE BAJA SNI supaya kualitasnya benar benar maksimal. Kemudian cara yang terakhir adalah menghitung kebutuhan besi begel berdasarkan dengan ukuran standar sloof. kami contohkan memiliki pokok dengan jumlah 4buah diameter 10mm. Lalu besi begelnya berdiameter 8mm dimana pemasangannya berjarak 200mm, sedangkan untuk ukuran sloof sloof 15cm x besi begel diameter 8mm0,1m+0,1m+0,15m+0,15m+0,05m+0,05m =0,6mJumlah beger per 1m sloof1m 0,2m = 5 buahTotal Panjang besi begel0,6m x 5 = 3mPanjang besi12mKebutuhan begel3m12m = 0,25batangMemang untuk menghitung kebutuhan besi sloof diperlukan ketelitian dan kesabaran supaya tidak melenceng hasilnya. Sekian informasi yang bisa kami berikan semoga bisa berguna dan bermanfaat bagi anda.

sambungan besi kolom dan sloof